TULISAN PERTAMA
Nama : Aziziah
NPM : 11212319
Kelas : 2EA20
Nama : Aziziah
NPM : 11212319
Kelas : 2EA20
CURAHAN HATI YANG PEDIH
Aku di sini, duduk terdiam bersama
serpihan perihku. Sakit ku mengingat masa laluku yang begitu suram. Dulu, kau
memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Rasa itu
terukir dalam dengan indah. Tapi tak ku sangka, rasa sayang yang selama ini kau
beri hanyalah kebahagiaan yang semu. Kau mengagungkan sesuatu yang kau sebut
cinta dengan topengmu, yang dibaliknya tersembunyi seribu bilah pisau yang siap
menyerangku dan menusuk jantungku. Atas nama cinta, kau bersandiwara di
depanku.
Saat kau bercerita tentang peran baikmu
dalam sandiwara yang berbeda. Begitu lihai kau merangkai kata dan mengucap
janji manis yang sangat indah terdengar. Awalnya aku bisa mengabaikan semua
rayuan manismu, tapi kau memang takmau menyerah. Bagaimanapun juga aku seorang
wanita yang selalu terbawa perasaan, akhirnya hatiku luluh saat kau berkata
“Kaulah pelabuhan cinta terakhirku…”
waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodoh aku yang percaya dengan ucapanmu. Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. Diam-diam kau menusukku dari belakang dengan belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata cinta yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.
waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodoh aku yang percaya dengan ucapanmu. Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. Diam-diam kau menusukku dari belakang dengan belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata cinta yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.
Apa kau masih menjunjung tinggi janji
yang pernah kau berikan untukku? Janji bahwa kau takkan pernah meninggalkanku.
Mengapa hati ini masih menyimpan
kenangan bersamamu? Setiap detik di sisimu terekam jelas dan tersimpan indah di
sudut hati kecilku. Tapi semua itu hanyalah sandiwaramu, kau adalah seorang
pemain yang memiliku seribu topeng dan beribu tipu muslihat untuk mendapatkan
apa yang kau mau.
Kau mendekatiku dengan bualanmu untuk
menjadikanku permainan. Setelah kau mendapatkan kesenangan yang kau cari, kau
membuangku dan menganggapku tak pernah ada dalam hidupmu. Entah apa yang
membuatmu melakukan semua itu. Apa rasa sakit yang pernah kau ceritakan itu
yang membuatmu tak punya perasaan lagi seperti ini? Atau memang inilah dirimu
yang sebenarnya?
Seharusnya aku mendengar apa kata
mereka, tapi aku terlalu angkuh dengan perasaan itu. Ya…hatiku terlalu
meninggikanmu karena terlalu mudah aku terbuai oleh setiap katamu. Salah ku
memberimu kesempatan untuk bermain api dibelakangku. Sekarang aku hanya bisa
menyesali kepolosanku berhadapan dengan orang sepertimu.
Tapi apa gunanya rasa sesal itu? Aku telah tersakiti, perih yang sangat dalam dan aku harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan. Aku malu dengan diriku.
Tapi apa gunanya rasa sesal itu? Aku telah tersakiti, perih yang sangat dalam dan aku harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan. Aku malu dengan diriku.
Tak ada lagi kata yang bisa
menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. Kini ku merasa, kau adalah orang
terjahat yang pernah ku temui selama hidupku.
Terkadang aku berpikir kenapa allah tak adil padaku. Sakit
rasanya bila teringat masa lalu yang amat teramat pedih. Terkadang terlintas
dipikiranku untuk mengakhiri hidupku karna ku tak sanggup untuk melaluinya. Air mata pun tak bisa lagi
menetes karna terlalu amat sakit dan sering hati ini menangis.
Entah karma apa yang kudapatkan dari Allah. Aku tak tau
kenapa semua ini terjadi terhadapku , mengapa setiap yang kucintai selalu
menyakiti hatiku yang tulus mencintainya.
Andai waktu bisa diputar aku lebih memilih tak mengenal
cinta sama sekali daripada ku harus merasakan pedih yang bertubi-tubi. Mengapa
semua ini tak adil ? Mengapa harus diriku yang merasakan ini :’’’’’’
Tak ada satu orangpun yang mengerti luka dihatiku yang
ku rasakan selama ini karna mereka hanya melihat tak merasakannya. Hati ini
pecah bagaikan gelas yang apabila pecah tak mungkin bisa dikembalikan
seutuhnya.
Entah sampai kapan pedih ini akan berakhir.
Aku selalu berusaha untuk membuangnya tapi sampai saat ini pun pedih itu masih
melekat dihatiku. Dan untuk kamu yang pernah menyakiti hatiku aku hanya bisa
berharap semoga kau tak lagi melukai hati seorang wanita yang mencintaimu.
Cukup aku yang merasakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar