v

Sabtu, 05 April 2014

TULISAN PERTAMA SOFTSKILL _PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN#

TULISAN PERTAMA

Nama    : Aziziah
NPM    : 11212319
Kelas    : 2EA20




CURAHAN HATI YANG PEDIH

Aku di sini, duduk terdiam bersama serpihan perihku. Sakit ku mengingat masa laluku yang begitu suram. Dulu, kau memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Rasa itu terukir dalam dengan indah. Tapi tak ku sangka, rasa sayang yang selama ini kau beri hanyalah kebahagiaan yang semu. Kau mengagungkan sesuatu yang kau sebut cinta dengan topengmu, yang dibaliknya tersembunyi seribu bilah pisau yang siap menyerangku dan menusuk jantungku. Atas nama cinta, kau bersandiwara di depanku.
Saat kau bercerita tentang peran baikmu dalam sandiwara yang berbeda. Begitu lihai kau merangkai kata dan mengucap janji manis yang sangat indah terdengar. Awalnya aku bisa mengabaikan semua rayuan manismu, tapi kau memang takmau menyerah. Bagaimanapun juga aku seorang wanita yang selalu terbawa perasaan, akhirnya hatiku luluh saat kau berkata “Kaulah pelabuhan cinta terakhirku…”

waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodoh aku yang percaya dengan ucapanmu. Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. Diam-diam kau menusukku dari belakang dengan belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata cinta yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.
Apa kau masih menjunjung tinggi janji yang pernah kau berikan untukku? Janji bahwa kau takkan pernah meninggalkanku.
Mengapa hati ini masih menyimpan kenangan bersamamu? Setiap detik di sisimu terekam jelas dan tersimpan indah di sudut hati kecilku. Tapi semua itu hanyalah sandiwaramu, kau adalah seorang pemain yang memiliku seribu topeng dan beribu tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang kau mau.
Kau mendekatiku dengan bualanmu untuk menjadikanku permainan. Setelah kau mendapatkan kesenangan yang kau cari, kau membuangku dan menganggapku tak pernah ada dalam hidupmu. Entah apa yang membuatmu melakukan semua itu. Apa rasa sakit yang pernah kau ceritakan itu yang membuatmu tak punya perasaan lagi seperti ini? Atau memang inilah dirimu yang sebenarnya?
Seharusnya aku mendengar apa kata mereka, tapi aku terlalu angkuh dengan perasaan itu. Ya…hatiku terlalu meninggikanmu karena terlalu mudah aku terbuai oleh setiap katamu. Salah ku memberimu kesempatan untuk bermain api dibelakangku. Sekarang aku hanya bisa menyesali kepolosanku berhadapan dengan orang sepertimu.
Tapi apa gunanya rasa sesal itu? Aku telah tersakiti, perih yang sangat dalam dan aku harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan. Aku malu dengan diriku.
Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. Kini ku merasa, kau adalah orang terjahat yang pernah ku temui selama hidupku.
Terkadang aku berpikir kenapa allah tak adil padaku. Sakit rasanya bila teringat masa lalu yang amat teramat pedih. Terkadang terlintas dipikiranku untuk mengakhiri hidupku karna ku tak sanggup  untuk melaluinya. Air mata pun tak bisa lagi menetes karna terlalu amat sakit dan sering hati ini menangis.
Entah karma apa yang kudapatkan dari Allah. Aku tak tau kenapa semua ini terjadi terhadapku , mengapa setiap yang kucintai selalu menyakiti hatiku yang tulus mencintainya.
Andai waktu bisa diputar aku lebih memilih tak mengenal cinta sama sekali daripada ku harus merasakan pedih yang bertubi-tubi. Mengapa semua ini tak adil ? Mengapa harus diriku yang merasakan ini  :’’’’’’
Tak ada satu orangpun yang mengerti luka dihatiku yang ku rasakan selama ini karna mereka hanya melihat tak merasakannya. Hati ini pecah bagaikan gelas yang apabila pecah tak mungkin bisa dikembalikan seutuhnya.
Entah sampai kapan pedih ini akan berakhir. Aku selalu berusaha untuk membuangnya tapi sampai saat ini pun pedih itu masih melekat dihatiku. Dan untuk kamu yang pernah menyakiti hatiku aku hanya bisa berharap semoga kau tak lagi melukai hati seorang wanita yang mencintaimu. Cukup aku yang merasakannya.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar