v

Minggu, 04 Mei 2014

TULISAN KETUJUH_AKU WANITA YANG TAK INGIN LAGI KAU SAKITI



Aku Wanita Yang Tak Ingin Lagi kau Sakiti

Hari ini ada bahagia kurasa, saat kita berjumpa menumpahkan rasa rindu, kau berikan senyuman yg indah, seperti yang ku dapat di waktu sebelumnya.
Detik demi detik tak ku lewatkan hanya untuk
menikmati kata manis yang kau ucapkan,
aku terlena aku terbuai dalam indah alunan kalimat mesra dari lidah lembut mu.
Hari ini pun berganti, senja telah menghilang, dan gelap malam meraja
memasung isi dada yg terkoyak rasa cinta, entah apa yg kurasakan kini, seakan aku tak
ingin bernafas lagi.
Mengapa tadi aku di sana, mengapa aku ada,
dan mengapa aku menyaksikan semua nya,
saat kau peluk dia, saat kau kecup dia, dan di saat dia bersandar dalam rumah hati mu
dengan perhatikan apa yg kau ucapkan tentang cinta .
Kini aku berduka,
kini aku menderita, dan
kini aku merasakan tak percaya cinta,
mengapa harus ada cinta, jika aku tak pernah
bahagia, mengapa harus ada kau,
jika hanya bisa membuat derita.
Sayang, kau khianati aku malam ini,
kau berikan duri tajam pada cinta yg mengembang, dan kau berikan ke’egoan untuk mu bisa bahagia dengan yg kau inginkan, sementara aku disini mencintaimu.
Aku inginkan kau milik ku seorang, aku harapkan
juga hanya aku yg selalu ada dihati mu, tapi mengapa semua berbeda,
mengapa semua harus berubah dusta,
apakah aku ini egois karna hanya ingin aku
yg kau cintai?
Ku pandang wajah mu, pada gambar yang berfigura hati, aku tersenyum, tertawa, dan
teteskan air mata, aku tak mengerti tentang semua nya, yang ada aku rasakan tak menentu.
Aku membencimu, tapi aku juga mencintaimu, mengapa ini terjadi pada hatiku,
berulang kali kau khianati aku, tapi di sana juga aku memberikan maaf ku, wanita macam apakah aku ini wahai kasih.
Aku lelah sayang, aku letih dan aku telah tak berdaya merenungi semua nya, mungkin aku juga sama manusia biasa seperti halnya mereka, tapi mengapa aku tak pernah bisa
berpaling dari mu, walau ku tau kau selalu khianati aku.
Aku kini sadar sayang, aku telah terbangun dari mimpiku, aku telah pergi dari neraka mu, dan aku tak ingin sakit lagi karna semua ulah buruk mu, yang seakan membunuh dan menghancurkan perasaan ku.
Sempat aku aku berangan angan, akan seperti dulu, saat aku tak tau kau tak setia,
di kala dulu kau sempat khianati aku, walau aku tak tau, dan aku harap itu takan pernah
kau tau.
Meski hanya hati ini yg percaya, aku ingin kini aku merubah semua nya, dan aku selalu
tegarkan diri tanpa mu di samping ku, kurajuk hati ku, jika aku kini tanpa mu, aku pasti akan rasakan kebahagiaan.
Waktu kini aku rasa tak peduli, apakah kau ingat aku, apakah kau sayang aku, dan
apakah kau benci aku, dan aku tak akan pernah peduli.
Di dunia ini aku tak hanya hidup berdua denganmu, dan bukan hanya kau yang
memiliki cinta, dan ku yakini, di sana pasti ada yg bisa membuat aku bahagia.
Selamat tinggal sayang, sungguh ku telah bosan, semoga kau bahagia bersama nya yang pernah bermain di belakang jantung hati ku.
Selamat jalan sayang, jika kita
bertemu kelak, jangan kau khianati seseorang,
hanya padaku lah kau berhak tak setia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar